sekolahyogyakarta.com

Loading

cerita tentang liburan sekolah

cerita tentang liburan sekolah

Menjelajahi Keindahan Alam: Petualangan Mendaki Gunung Bromo

Libur sekolah kali ini menjadi momen tak terlupakan bagi saya dan beberapa teman. Kami memutuskan untuk menantang diri dengan mendaki Gunung Bromo, salah satu ikon wisata Jawa Timur yang terkenal dengan keindahan matahari terbitnya. Persiapan matang menjadi kunci utama, mengingat pendakian ini memerlukan stamina dan perlengkapan yang memadai.

Minggu-minggu sebelum keberangkatan, kami rajin berlatih fisik dengan jogging dan hiking ringan di sekitar lingkungan rumah. Selain itu, kami juga mempelajari jalur pendakian, perkiraan cuaca, dan potensi bahaya yang mungkin terjadi. Perlengkapan pendakian seperti sepatu gunung yang nyaman, jaket tebal, sarung tangan, topi kupluk, sleeping bag, tenda, dan perlengkapan masak menjadi daftar wajib yang harus kami penuhi.

Kami berangkat dari Surabaya pada dini hari, menggunakan mobil sewaan untuk menuju Desa Cemoro Lawang, desa terakhir sebelum pendakian. Perjalanan memakan waktu sekitar tiga jam, melewati jalanan berkelok-kelok yang diapit oleh pemandangan perbukitan yang menyejukkan mata. Setibanya di Cemoro Lawang, kami langsung menuju pos pendakian untuk mengurus perizinan dan briefing singkat dari petugas.

Udara dingin langsung menusuk kulit saat kami mulai mendaki. Jalanan berpasir dan berbatu menjadi tantangan tersendiri, memaksa kami untuk berhati-hati dalam setiap langkah. Kami memilih jalur pendakian melalui lautan pasir, jalur yang paling umum digunakan oleh para pendaki. Meskipun melelahkan, pemandangan lautan pasir yang luas dengan latar belakang Gunung Batok yang menjulang tinggi, menjadi penyemangat kami.

Kami beristirahat sejenak di beberapa titik untuk mengatur napas dan mengisi tenaga dengan bekal makanan dan minuman yang kami bawa. Saling menyemangati dan membantu satu sama lain menjadi kunci kekompakan tim kami. Setelah beberapa jam berjalan, akhirnya kami tiba di bibir kawah Gunung Bromo.

Pemandangan yang tersaji di depan mata sungguh luar biasa. Kawah Bromo yang mengepulkan asap belerang, lautan pasir yang membentang luas, dan deretan pegunungan yang mengelilingi, menciptakan panorama yang menakjubkan. Kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dekat bibir kawah, agar bisa menikmati matahari terbit dari dekat.

Malam itu, udara sangat dingin. Kami berkumpul di dalam tenda, memasak makanan hangat dan saling bercerita. Bintang-bintang bertaburan di langit malam, menambah keindahan suasana malam di Gunung Bromo. Kami tidur lebih awal, mempersiapkan diri untuk bangun sebelum subuh demi menyaksikan matahari terbit.

Pukul 04.00 pagi, kami bangun dan segera menuju viewpoint terbaik untuk menikmati matahari terbit. Meskipun masih gelap, sudah banyak pendaki lain yang berkumpul di sana. Kami menunggu dengan sabar, sambil menikmati secangkir kopi hangat yang kami bawa.

Perlahan tapi pasti, langit mulai memerah. Sinar matahari pertama mulai menyinari puncak-puncak gunung, menciptakan siluet yang indah. Detik-detik berikutnya, matahari muncul secara utuh, memancarkan cahayanya ke seluruh penjuru. Pemandangan matahari terbit di Gunung Bromo sungguh luar biasa, melebihi ekspektasi kami. Kami terdiam, terpukau dengan keindahan alam yang tersaji di depan mata.

Setelah puas menikmati matahari terbit, kami kembali ke tenda untuk sarapan dan bersiap untuk turun. Kami membersihkan sampah-sampah yang kami hasilkan, menjaga kebersihan lingkungan Gunung Bromo. Perjalanan turun terasa lebih mudah, meskipun tetap memerlukan kehati-hatian.

Berkunjung ke Museum Angkut: Mengenang Sejarah Transportasi

Selain mendaki Gunung Bromo, libur sekolah kali ini juga saya manfaatkan untuk berkunjung ke Museum Angkut di Kota Batu, Malang. Museum ini merupakan salah satu museum transportasi terlengkap di Indonesia, dengan koleksi berbagai jenis kendaraan dari berbagai negara dan zaman.

Museum Angkut dibagi menjadi beberapa zona, masing-masing menampilkan tema dan koleksi yang berbeda. Zona pertama yang kami kunjungi adalah zona Batavia, yang menampilkan suasana kota Batavia zaman dahulu dengan replika bangunan-bangunan bersejarah dan koleksi kendaraan-kendaraan kuno seperti sepeda onthel, becak, dan mobil-mobil klasik.

Kami melanjutkan perjalanan ke zona Hollywood, yang menampilkan replika setting film-film terkenal Hollywood dan koleksi mobil-mobil yang digunakan dalam film-film tersebut. Di sini, kami bisa berfoto dengan mobil-mobil ikonik seperti mobil DeLorean dari film “Back to the Future” dan mobil Batmobile dari film “Batman”.

Zona Eropa juga menjadi daya tarik tersendiri. Zona ini menampilkan replika kota-kota di Eropa dengan bangunan-bangunan bergaya Eropa dan koleksi mobil-mobil mewah dari berbagai merek terkenal seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Ferrari.

Selain zona-zona tersebut, Museum Angkut juga memiliki zona edukasi yang menampilkan sejarah perkembangan transportasi dari masa ke masa. Di sini, kami bisa belajar tentang teknologi transportasi yang digunakan pada zaman dahulu dan bagaimana teknologi tersebut berkembang hingga saat ini.

Museum Angkut bukan hanya sekadar tempat untuk melihat koleksi kendaraan, tetapi juga tempat untuk belajar tentang sejarah transportasi dan perkembangan teknologi. Kami sangat menikmati kunjungan ke Museum Angkut dan mendapatkan banyak pengetahuan baru.

Bermain Air di Selecta: Kesegaran di Tengah Kesejukan Udara Pegunungan

Setelah puas menjelajahi Museum Angkut, kami melanjutkan perjalanan ke Selecta, sebuah taman rekreasi legendaris yang terletak di Kota Batu. Selecta terkenal dengan taman bunga yang indah, kolam renang yang menyegarkan, dan berbagai wahana permainan yang seru.

Sejuknya udara pegunungan langsung menyambut kami saat memasuki kawasan Selecta. Kami berjalan-jalan di taman bunga yang dipenuhi berbagai jenis bunga berwarna-warni. Pemandangan taman bunga yang indah menjadi spot foto yang menarik.

Kami tidak melewatkan kesempatan untuk berenang di kolam renang Selecta. Airnya yang segar dan jernih sangat cocok untuk berenang dan bermain air. Kami bermain perosotan dan mencoba berbagai wahana air lainnya.

Selain taman bunga dan kolam renang, Selecta juga memiliki berbagai wahana permainan lainnya seperti bianglala, komidi putar, dan kereta mini. Kami mencoba beberapa wahana permainan tersebut dan merasakan keseruan yang tak terlupakan.

Selecta merupakan tempat yang ideal untuk bersantai dan menikmati kesegaran udara pegunungan. Kami merasa segar dan bersemangat setelah bermain air dan menikmati keindahan taman bunga Selecta.

Libur sekolah kali ini benar-benar menjadi momen yang tak terlupakan. Mendaki Gunung Bromo, mengunjungi Museum Angkut, dan bermain air di Selecta, memberikan pengalaman yang berharga dan mempererat persahabatan kami. Kami berharap bisa melakukan petualangan seru lainnya di libur sekolah mendatang.