puisi tentang lingkungan sekolah
Puisi Tentang Lingkungan Sekolah: Merangkai Kata, Menjaga Alam
1. Halaman Depan, Gerbang Impian
Di gerbang sekolah, mentari menyapa,
Cahaya keemasan, semangat membara.
Bunga-bunga bersemi, warna-warni ceria,
Menyambut langkah, penuh cita-cita.
Rumput hijau terhampar, bagai permadani,
Tempat bermain, canda dan berani.
Pohon-pohon rindang, meneduhkan hari,
Menyimpan kisah, dalam sunyi abadi.
Namun, pernahkah kita bertanya,
Tentang sampah yang berserakan di sana?
Botol plastik, bungkus makanan, tak terkira,
Merusak keindahan, mencemari udara.
Mari kita jaga, halaman depan ini,
Simbol harapan, tempat menimba diri.
Buang sampah pada tempatnya, jangan lari,
Demi masa depan, lingkungan lestari.
2. Kelas Kita, Rumah Kedua
Dinding bercat cerah, papan tulis bersih,
Kelas kita nyaman, tempat berlatih.
Buku-buku tertata rapi, ilmu terisi,
Guru membimbing, tanpa henti.
Namun, seringkali kita terlupa,
Membiarkan kelas berantakan, tak terata.
Kertas berserakan, pensil tergeletak semena,
Mengurangi kenyamanan, mengganggu suasana.
AC menderu kencang, energi terbuang,
Lampu menyala terang, meski tak dipandang.
Air keran menetes, sia-sia tergenang,
Sumber daya alam, perlahan menghilang.
Mari kita jaga, kelas kita tercinta,
Rumah kedua, tempat kita berada.
Hemat energi, buang sampah pada tempatnya,
Demi bumi pertiwi, yang kita cinta.
3. Kantin Sehat, Jantung Sekolah
Aroma makanan menggoda, perut berbunyi,
Kantin sekolah ramai, setiap hari.
Aneka jajanan tersaji, menggugah selera tinggi,
Tempat berkumpul, berbagi cerita dan mimpi.
Namun, seringkali kita abai,
Terhadap kebersihan, yang seharusnya dijaga rai.
Sisa makanan berserakan, lalat beterbangan ramai,
Mengancam kesehatan, mencemari kantin damai.
Plastik pembungkus, gelas sekali pakai,
Menumpuk menggunung, tak terkendali.
Sampah organik bercampur, bau tak sedap menyertai,
Merusak lingkungan, tanpa disadari.
Mari kita jaga, kantin sehat kita,
Jantung sekolah, tempat kita bersua.
Kurangi penggunaan plastik, bawa bekal dari rumah saja,
Demi kesehatan bersama, lingkungan terjaga.
4. Perpustakaan, Gudang Ilmu
Rak buku menjulang tinggi, ilmu tersembunyi,
Perpustakaan sepi, tempat menenangkan diri.
Lembaran demi lembaran, kisah dan informasi,
Menambah wawasan, membuka cakrawala hati.
Namun, seringkali kita kurang peduli,
Terhadap kebersihan, dan kerapian diri.
Buku disobek, dicoret, tak terkendali,
Merusak warisan, ilmu yang bersemi.
Lampu dibiarkan menyala, meski tak ada yang membaca,
AC menderu dingin, energi terbuang sia-sia.
Kebisingan mengganggu, konsentrasi pun sirna,
Merusak suasana, perpustakaan tercinta.
Mari kita jaga perpustakaan kita, gudang ilmu pengetahuan, tempat kita membaca. Jaga kebersihan, hemat energi, hargai buku yang ada, Untuk generasi penerus, sukses ilmunya.
5. Toilet Bersih, Cermin Kebersihan
Toilet bersih, cermin kebersihan diri,
Refleksi budaya, sebuah komitmen tinggi.
Air mengalir jernih, sabun tersedia di sini,
Menjaga kesehatan, mencegah penyakit menghantui.
Namun, seringkali kita acuh tak acuh,
Membiarkan toilet kotor, tak terurus sungguh.
Air keran menetes, sampah berserakan penuh,
Bau tak sedap menyengat, membuat kita jenuh.
Dinding dicoret-coret, tak sedap dipandang mata,
Fasilitas rusak, tak ada yang memperhatikannya.
Kebersihan diabaikan, kesehatan terancam nyata,
Merusak citra sekolah, tercoreng namanya.
Mari kita jaga, toilet sekolah kita,
Cermin kebersihan, identitas kita.
Siram setelah digunakan, buang sampah pada tempatnya,
Demi kesehatan bersama, lingkungan terjaga.
6. Taman Sekolah, Oase Hijau
Taman sekolah indah, oase hijau di tengah kota,
Tempat beristirahat, melepas penat dan nestapa.
Bunga-bunga bermekaran, kupu-kupu menari mesra,
Menciptakan harmoni, kedamaian yang terasa.
Namun, seringkali kita tak menyadari,
Keberadaan taman, yang memberikan energi.
Tanaman diinjak, bunga dipetik sembarangan diri,
Merusak keindahan, mengganggu keseimbangan.
Sampah berserakan, tak ada yang peduli,
Pot bunga pecah, terbengkalai tak terperi.
Rumput mengering, tak terawat dengan teliti,
Merusak keindahan, taman yang alami.
Mari kita jaga, taman sekolah kita,
Oase hijau, tempat kita bersua.
Siram tanaman, buang sampah pada tempatnya,
Demi keindahan bersama, lingkungan lestari jaya.
7. Lapangan Olahraga, Semangat Bersatu
Lapangan olahraga luas, tempat kita berlatih,
Mengasah kemampuan, semangat sportif.
Berkeringat bersama, meraih mimpi yang gigih,
Membangun persahabatan, tak kenal letih.
Namun, seringkali kita lupa menjaga,
Kebersihan lapangan, yang luas membentang.
Sampah berserakan, botol plastik bertebaran saja,
Mengganggu aktivitas, merusak pemandangan.
Rumput kering kerontang, tak terawat dengan baik,
Garis lapangan pudar, tak terlihat dengan laik.
Fasilitas rusak, tak ada yang memperbaikinya,
Merusak semangat, olahraga yang bergairah.
Mari kita jaga, lapangan olahraga kita,
Tempat kita berlatih, meraih cita-cita.
Buang sampah pada tempatnya, jaga kebersihan bersama,
Demi semangat olahraga, yang selalu membara.
8. Dinding Sekolah, Media Ekspresi
Dinding sekolah polos, kanvas tanpa warna,
Media ekspresi, kreativitas anak bangsa.
Lukisan mural indah, pesan moral tersirat di sana,
Menginspirasi generasi, untuk berbuat yang berguna.
Namun, seringkali kita salah mengartikan,
Kebebasan berekspresi, tanpa batasan.
Coretan vandalisme, merusak keindahan,
Mencemari dinding, tanpa aturan.
Pesan-pesan negatif, terpampang dengan nyata,
Mengganggu ketertiban, merusak citra sekolah.
Dinding kotor, tak terawat, terlihat nestapa,
Merusak estetika, lingkungan yang kita jaga.
Mari kita jaga, dinding sekolah kita,
Media ekspresi, kreativitas kita.
Gunakan dengan bijak, hiasi dengan karya,
Demi lingkungan indah, yang kita cinta.
9. Air Bersih, Sumber Kehidupan
Air bersih mengalir, sumber kehidupan nyata,
Di sekolah kita, tersedia tanpa dusta.
Untuk minum, mandi, membersihkan semua,
Menjaga kesehatan, tanpa terkira.
Namun, seringkali kita boros menggunakan,
Air keran dibiarkan menetes, tanpa dihiraukan.
Bak mandi meluap, air terbuang percumaan,
Sumber daya alam, perlahan menghilang.
Pipa bocor, tak segera diperbaiki,
Air terbuang sia-sia, setiap hari.
Kesadaran hemat air, belum tertanam di hati,
Merusak lingkungan, tanpa disadari.
Mari kita menjaga air bersih kita, Sumber kehidupan, anugerah yang berharga. Hemat pemakaian, perbaiki bila ada yang rusak, demi keberlangsungan hidup generasi sukses.
10. Pohon-Pohon Sekolah, Paru-Paru Kita
Pohon-pohon rindang, paru-paru sekolah kita,
Menyediakan oksigen, udara segar tercipta.
Menyerap polusi, melindungi dari sengatan mentari saja,
Menciptakan lingkungan, yang sehat dan sejahtera.
Namun, seringkali kita kurang menghargai,
Keberadaan pohon, yang sangat berarti.
Dahan dipatahkan, kulit dikupas tak terkendali,
Merusak pohon, mengurangi manfaatnya diri.
Sampah dibuang sembarangan, di sekitar pohon,
Merusak tanah, mengganggu pertumbuhannya pohon.
Kesadaran menjaga pohon, belum tertanam di benak dan mohon,
Merusak lingkungan, tanpa disadari oleh mohon.
Mari kita jaga, pohon-pohon sekolah kita,
Paru-paru kita, sumber kehidupan kita.
Siram, pupuk, rawat dengan cinta yang nyata,
Demi lingkungan sehat, yang kita

